Halloween party ideas 2015

Oleh Moniwatiya Gobai
Ilustrasi - Dokumen penulis
 “Koteka-Moge merupakan pakaian adat atau budaya di daerah Meeuwo (Dogiyai, Deiyai, dan Paniai), sekarang biasa dipakai saat tari-tarian (langsung). Budaya itu terus dipegang sampai saat ini (dari generasi ke generasi), karena itu kita punya budaya. Harus dipegang.”

Koteka-Moge (Kotemo) merupakan bangunan asrama (swadaya) pelajar dan mahasiswa dengan dasar moto “Meewei Meepi Anigou”, dalam Bahasa Indonesia “Mari Membangun Bibit Manusia”. Asrama Kotemo dibangun sejak tahun 1998 oleh para pendiri (senior) yang selesai dari Manokwari: Lambertus Agapa, Amos Dogomo, A.Md.Pt., Yeron Agapa, SH, Daniel Douw, SH, Silfester Dumpa, S.Pt., Yance Takimai, S.Pt., Andreas Mote, Angkian Goo, S.Pi., Petrus Dogomo, S.Pt., Karel Douw, SH, dan lain-lain.

Mereka membangun asrama ini untuk pelajar dan mahasiswa Meeuwo dengan dasar pemikiran positif; pentingnya generasi penerus. Mereka juga berjuang dengan susah payah membeli lokasi dan membangun asrama ini agar pelajar dan mahasiswa Meeuwo bisa belajar dengan baik, aman, dan terkendali (meskipun bangunannya jauh dari sebutan asrama).

Saat ini, penghuni Asrama Kotemo masih (sedang) kuliah di Universitas Papua (Unipa), Sekolah Tinggi Penguluhan Pertanian (STPP), Sekolah Tinggi Ilmu Keguruan Ilmu Pendidikan (STIKIP), Sekolah Tinggi Informatika Manajemen Ilmu Komputer (STIMIK) Kreatindo, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE), dan beberapa kampus lain yang ada di Manokwari, Papua Barat. Diharapkan, dari Kota Buah-Buahan ini dapat melahirkan banyak konsep-konsep yang bijaksana dan arif.

Beberapa perguruan tinggi “strategis” yang ada di Manokwari boleh dikatakan memegang peranan penting dalam menghasilkan pemikir-pemikir (ujung tombak) masyarakat dan menjadi penerang rohani yang handal masa kini dan masa depan di Meuwo (Paniai, Deiyai, dan Dogiyai).

Dulu, asrama lain belum dibangun oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Dogiyai, Deiyai, dan Paniai. Saat itu, pelajar dan mahasiswa ditampung di Asrama Kotemo saja. Setelah asrama lain dibangun, mereka (putra daerah asal Meeuwo) pindah karena tempat tinggal Kotemo terlalu sempit.

Demi pengembangan, Asrama Kotemo membutuhkan bantuan kita (para pendiri, alumni, dan pelajar-mahasiswa sekarang). Pendiri dan alumni perlu tinjau kembali hal ini. Mungkin dengan strategis membangun atau renovasi kembali Asrama Kotemo yang baru. Karena, di saat ini, kondisi asrama semakin tua (sudah lapuk-habis). Apalagi, setiap tahun banyak mahasiswa baru yang datang untuk kuliah di Manokwari. Hal ini harus diperhatikan dan dilaksanakan supaya tempat tinggal dan belajar bagi pelajar dan mahasiswa baik untuk ke depannya.

Selain itu, kami (adik-adik penghuni Kotemo sekarang) ucapkan terima kasih banyak kepada pendiri (senior) yang sudah berjuang membangun sendiri dengan susah payah Asrama Kotemo di kota studi Manokwari ini. Terima kasih, Kotemo dibangun agar kami juga belajar dengan baik hingga selesai, lalu kami kembali untuk membangun daerah kami (Dogiyai, Deiyaim dan Paniai).

*) Penulis adalah penghuni Kotemo; mahasiswa Papua, kuliah di Unipa Manokwari
Rekomendasi Untuk Anda × +

Poskan Komentar

{picture#https://scontent-sit4-1.xx.fbcdn.net/v/t1.0-9/13164248_113727535703497_8788833252702763432_n.jpg?oh=5272590ac4735d37f6c572d82efc1774&oe=58AD4B8A} YOUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#https://www.facebook.com/majalah.beko.3} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}
Diberdayakan oleh Blogger.