Halloween party ideas 2015

Oleh Nomensen Douw
Ilustrasi - Dokumen Penulis
(Kesetiaan Seekor Anjing yang Setia Menjaga)

Saya ingin seperti jagoan di sebuah film berjudul "HeroMount". Ceritanya sangat unik dan menarik. Ceritanya itu; seorang pemuda menentang hutan Amazon di bagian utara Amerika Serikat. Dia bertahan hidup dengan seekor anjing yang siap menjaga dan menentang setiap ancaman yang datang dari binatang buas. Makna dari film itu bahwa betapa pentingnya binatang (anjing) di tengah kesunyian (saat jauh dari titik keramaian manusia). Dia akan berdiri seperti sosok jagoan yang lupa akan kematiannya.

Saya ingin membuktikan cerita dari film"HeroMout" di atas. Tepat pada tanggal 11 November 2016 sekitar pukul 1:00 WIT, setelah malamnya nonton film itu, saya melaju ke Kampung Wami dengan seekor anjing piaraan saya yang sangat akrab, bernama Boikot, dengan sebuah senapan angin di samping dan kesiapan lainnya. Kebetulan, di Kampung Wami itu ada sebuah rumah milik keluarga saya, tapi sudah lama tidak huni alias rumah kosong.

Perjalanan cukup melelahkan karena jarak dari kota ke Kampung Wami itu sangat jauh sekitar 50 km dari titik kota. Saya tiba sekitar 05:39 sore hari. Di sana, saya melihat rumah itu sangat seram rasanya. Melihat situasi rumah sangat rapuh, tidak layak untuk dihuni, dan banyak semak-semak mengelilingi rumah itu, saya siapkan peralatan saya untuk bertahan semalam dan saya memilih teras depan untuk duduk dan bersantai. Semakin malam, semakin sunyi di sekitar saya dan kampung itu (Wami). Saya tidak punya pilihan lain selain saya bertahan dengan tungku api dan teman saya seekor anjing Boikot (seakan seperti cerita di film di atas). Semakin malam, semakin mencengkam situasi di sekitar saya, namun saya percaya tidak ada sesuatu yang membahayakan bagi diri saya sejauh ini, karena teman saya sebagai pengawal saya malam itu belum memberikan reaksi yang membahayakan. Dia tetap santai di sampingku dengan penuh kewaspadaan (siaga one).

Waktu menunjukkan pukul 00:10 (setengah satu malam). Saya semakin lelah. Ingin berbaring, tapi saya memutuskan untuk melawan kelelahan itu dan tetap bertahan untuk melewati malam yang penuh kewaspadaan itu. Malam yang sunyi merahu titik kewaspadaanku untuk terbawah tidur, dan benar-benar saya tergoda dengan itu dan tertidurlah saya. Saya tidak tau apa yang terjadi saat saya ketiduran, tapi saya yakin taman saya, anjing Boikot menjaga saya, selain Tuhan menjaga kami berdua. Sekitar pukul 04:44 WIT subuh, saya kaget bangun dengan adanya suara teman saya, anjing Boikot itu. Dia memberikan signal kepada saya kalau ada sesuatu yang membahayakan sedang mendekat. Lalu, saya tiba-tiba bangun dengan penuh kewaspadaan.

Semakin mendekati pagi, semakin pula dingin alam Papua merasuk diriku. Saya masih duduk di gubuk itu. Teman saya (Boikot) tetap tegar tanpa lelah, padahal dia tidak tidur satu detik pun. Dia masih terlihat semangat dengan penuh kewaspadaan hingga pagi hari. Terang menutupi bumi Papua dan dunia.

Barangkali, itu sedikit cerita saya sesuai kisah yang saya alami di Kampung Wami, yang letaknya jauh dari pusat Kota Nabire-Papua. Cerita ini saya ingin samakan dengan sebuah kisah di film berjudul ”HeroMan”, namun beda ceritanya karena memang situasi tidak selalu sama, tapi saya akui bahwa ada makna yang saya dapatkan, yang juga kalian yang membaca cerita saya ini dapat memotretnya. Artinya, bahwa perjalanan saya ini ingin membuktikan kebaikan seekor binatang lebih dari manusia, walaupun mereka hanya diperkaya batin naluri yang Tuhan berikan. Hal ini terbukti di malam itu. Betapa kesetiaan dan ketangguhan seekor binatang (anjing) itu menahan diri untuk menjaga dari bahaya yang datang mengganggu. Dari sebuah film ”HeroMan” sampai dengan pengalaman saya ini, ada kesamaan sifat yang dimiliki seekor binatang (anjing), walaupun ada perbedaan sikon yang terjadi.

Manusia tidak selalu siap di situasi apapun. Begitupun manusia akan menolak seketika suatu keputusan atau pilihan tidak sinkron dan beda persepsi. Tapi, bagaimana dengan seekor anjing tadi? Apakah dia bertanya kita harus ke mana? Dan, apakah dia meminta untuk pulang saat situasi mencengkam? Saya pikir, jawabannya sudah saya ceritakan di atas. Semoga bermanfaat bagi Anda yang sudah bertahan membaca hingga akhir cerita.

Amin. Tuhan Yesus memberkati.
Rekomendasi Untuk Anda × +

Poskan Komentar

{picture#https://scontent-sit4-1.xx.fbcdn.net/v/t1.0-9/13164248_113727535703497_8788833252702763432_n.jpg?oh=5272590ac4735d37f6c572d82efc1774&oe=58AD4B8A} YOUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#https://www.facebook.com/majalah.beko.3} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}
Diberdayakan oleh Blogger.